Blog

Bebas Gangguan, Cerdas, dan Efektif – Membangun Kebiasaan Fokus dalam Bekerja.

Photo by fauxels from Pexels

 

“Saya benci hari senin.” Itu adalah sesuatu yang sering didengungkan oleh banyak karyawan saat harus Kembali ke kantor dan memulai kembali rutinitasnya. Pekerjaan yang berdatangan tanpa henti, notifikasi pesan di handphone dari klien,  kolega yang membutuhkan perhatian, hingga atasan yang tiba-tiba memanggil untuk memberi tugas baru dengan deadline ketat. Semua dilaksanakan sambil berjibaku dengan waktu yang seakan terus mengejar, hingga datang akhir minggu. Semua beban seakan terlepas sejenak, dan tanpa terasa, senin kembali datang, rutinitas kembali diulang, kadang dengan jumlah 2 kali lipat sebagai kelanjutan tanggungan pekan sebelumnya.

Mungkin anda sendiri mengalaminya. Perasaan terjepit dan tertekan karena pekerjaan yang tidak  ada habisnya. Anda mulai menyalahkan keadaan, bahkan tempat anda bekerja, karena tak bisa menyelesaikan jobdesk sesuai jadwal yang ada. Namun tunggu dulu, karena mungkin saja bukan itu penyebabnya. Bisa jadi, ini adalah problem yang disebabkan managemen pekerjaan yang tidak tertata. Dalam buku Deep Work karangan Cal Newport, pembagian kerja yang fokus dan efektif memang sulit, tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Kunci utamanya adalah disiplin dalam memilah, serta benar benar memahami bagaimana diri anda bekerja. Berikut kami bagikan beberapa tips dalam mengaplikasikannya.

  1. Mengerti Bagaimana Anda Bekerja

Memilih filosofi mendalam tentang bagaimana anda bekerja. Hal ini dapat dikategorikan dalam beberapa bagian:

Monastik: hilangkan semua gangguan secara permanen (tanpa komunikasi telepon, tanpa email, chat dan sejenisnya)

Bimodal: bagi waktu Anda antara peregangan dalam dan dangkal, terkonsentrasi selama beberapa hari atau minggu pada satu waktu.

Berirama: Jadikan pekerjaan berat sebagai kebiasaan rutin dengan menjadwalkan beberapa jam ke dalam kehidupan sehari-hari.

Jurnalistik: beralihlah ke pekerjaan mendalam setiap kali ada waktu luang.

 

  1. Hindari Multitasking

Multitasking itu hanya fiksi. Mengubah dari satu tugas ke tugas lain tidak hanya menghabiskan waktu, tetapi juga energi anda. Maksudnya adalah, hal itu membuat Anda kurang produktif karena Anda membiarkan fokus dan kekuatan mental Anda yang terbatas terkuras saat Anda beralih dari satu tugas ke tugas lain.

Lakukan satu hal, dan satu hal saja. Jangan mencoba menulis laporan sambil berbicara dengan rekan Anda, atau menulis perincian dana saat memeriksa berita. Ini akan dengan mudah membuat Anda menggandakan waktu.

 

  1. Bloking Waktu Anda

Buat jadwal selama satu minggu kedepan. Putuskan apa yang ingin Anda prioritaskan dan blokir waktu bekerja keras untuk mencapainya. Sebaiknya pikirkan jam berapa Anda paling produktif dan fokus, dan simpan itu untuk pemikiran mendalam Anda. Jangan menyetujui janji temu atau rapat apa pun selama periode yang dilindungi ini.

 

  1. Putuskan Apa yang Ingin Anda Capai

Pahami arti kesuksesan bagi anda dan tetapkan tenggat waktu yang menantang untuk mencapainya. Tanyakan apa yang ingin Anda capai di akhir sesi kerja mendalam anda dan berkomitmenlah untuk itu. Otak kita suka memiliki tujuan yang ditetapkan sehingga mereka dapat memfokuskan semua sumber daya mereka. Semakin menantang, semakin bermanfaat – dan Anda mungkin mengidentifikasi di mana alur kerja anda dapat ditingkatkan.

 

  1. Ciptakan Ritual Anda

Putuskan di mana anda akan bekerja dan untuk berapa lama, kumpulkan semua yang anda perlukan untuk melakukan pekerjaan itu, singkirkan gangguan, dan segera konsentrasi; sadarkan diri anda saat pikiran anda mulai melayang kemana-mana.

Cobalah bekerja dalam untuk blok waktu yang sama dua atau tiga kali seminggu. Anda mungkin ingin memulai dengan segmen 1-2 jam sehari, dan kemudian secara bertahap melakukan peregangan yang lebih lama dan lebih sering.

 

  1. Jauhi Komunikasi Sementara Waktu

Semua komunikasi di luar ruang kerja anda dapat menunggu hingga anda selesai. Anda harus kejam untuk memastikan semua perhatian anda terfokus pada tugas yang anda tetapkan. Kalau perlu, matikan seluruh media social (kecuali itu memang pekerjaan anda), keluar dari email, dan matikan telepon anda.

 

  1. Pahami Kapan Harus Berhenti, Dan Benar-Benar Berhenti.

Motivasi untuk melakukan pekerjaan mendalam hanya akan berhasil jika anda memiliki parameter yang ditentukan dengan jelas. Anda harus setuju dengan diri sendiri kapan harus berhenti dan menghormati janji itu. Bahkan, dalam bukunya, Newport membuat semacam kalimat penutup untuk mengakhiri setiap sesi pekerjaannya. Lakukan jika anda ingin, tapi tidak harus.

Selalu pastikan anda mengakhiri pekerjaan mendalam di tempat yang nyaman, sehingga tidak ada gesekan atau kebingungan saat anda melanjutkan pekerjaan pada peregangan berikutnya.

 

  1. Evaluasi Hasil Anda

Pastikan bagaimana Anda menghabiskan waktu dan catat berapa banyak jam kerja yang anda habiskan untuk menciptakan kesan kemajuan dan tekanan produktif.  Tetapkan pencapaian setiap minggunya, sebagai paramerter anda di jalur yang konsisten.

 

  1. Gunakan Waktu Luang Sebaik-baiknya.

Konsentrasi yang intens dan lama harus diimbangi dengan istirahat yang berkualitas. Berusahalah untuk mendapatkan lebih banyak dari masa luang anda, lakukan kegiatan yang berkualitas dan menarik daripada sekadar browsing web tanpa tujuan, ataupun mencari video konyol di tik-tok. Semakin sering Anda menghentikan kebiasaan kurang bernilai ini dari masa luang, semakin anda akan melihatnya sebagai gangguan daripada hadiah.

Merubah suatu kebiasaan tentu tidak mudah. Namun demi membuat diri anda menjadi lebih produktif,  lakukan dengan sepenuh hati anda, dan sadari betap pentingnya waktu anda. Selamat mencoba!