Blog

Membudayakan Prinsip 5R

Photo by Anete Lusina from Pexels

Seringkali dalam sebuah perusahaan, kerapihan kerja menjadi suatu masalah. Penempatan asset, arsip maupun perlengkapan tidak tertata secara terperinci, mengakibatkan inektivitas dalam pekerjaan. Tidak hanya membuang waktu, hal ini dapat juga mempengaruhi emosi individu-individu yang terkait.

Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan mempergunakan prinsip 5R. Prinsip ini adalah suatu system yang pertama kali diciptakan di Jepang, dengan nama asli konsep 5S. Prinsip ini yang kemudian diadaptasi secara luas pada korporasi di berbagai belahan dunia.

Pada dasarnya, prinsip 5R ini, bila diterapkan secara benar, mampu menciptakan kondisi lingkungan kerja yang nyaman dan efisien, dan secara general meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas karyawan di dalam.

Konsep 5R ini adalah:

 

  1. Ringkas/Seiri

Prinsip dari “Ringkas” adalah memilah. Maksudnya adalah, pisahkan antara barang-barang yang diperlukan dan tidak diperlukan dalam bekerja. Pastikan kita mengetahui benda mana yang sering digunakan, mana yang harus disimpan, dan barang mana yang tidak digunakan. Buang, musnahkan, atau simpan di tempat lain barang-barang yang tidak digunakan, beri label khusus, misalkan dengan kode warna merah, jika memang akan disimpan sehingga mudah dikenali dan tidak bercampur dengan barang-barang yang digunakan.

 

  1. Rapi/Seiton

Pastikan barang-barang yang sering digunakan mudah diakses dan tersimpan dengan baik. Tentukan lokasi/ tempat yang khusus sesuai dengan kategorinya, dan beri label terpisah-pisah. Tentukan lokasi penyimpanan, dan jangan menyimpan barang- barang tersebut secara asal-asalan, karena hal itu akan menghambat kita mengakses barang-barang tersebut saat sewaktu-waktu diperlukan.

 

  1. Resik/Seiso

Membiasakan  setiap staf dan seluruh anggota organisasi perusahaan, dari puncak pimpinan hingga level terendah untuk senantiasa menjaga kebersihan pribadi maupun ruangan, dari debu dan kotoran. Setiap lantai harus ada sarana kebersihan, pembersihan tempat kerja secara rutin, serta pemeliharaan fasilitas secara individu.

 

 

 

 

  1. Rawat/Seikatsu

Setelah tiga prinsip diatas, yang perlu dilakukan adalah mempertahankan apa yang sudah dibuat. Dan disinilah prinsip rawat berasal. Pada dasarnya, prinsip ini membuat kita untuk membakukan apa yang telah tertata menjadi standard tertulis, yang harus di komunikasikan dan diikuti semua orang dalam organisasi.

 

  1. Rajin/Shitsuke

Pada prinsip “Rajin”, diharapkan menciptakan kebiasaan pribadi di dalam diri karyawan untuk menjaga dan meningkatkan apa yang telah dicapai, yang menyasar pada 4 prinsip sebelumnya. Kebiasaan positif yang sudah ada haruslah ditingkatkan, melalui pemberian keteladanan, menjaga hubungan komunikasi di lingkungan kerja serta pemberian kesempatan belajar dan pengembangan diri, dengan tanpa melanggar batasan-batasan yang sudah ditentukan.

Dengan menerapkan kelima prinsip tersebut, semoga lingkungan kerja dalam perusahaan dapat menjadi penunjang kerja yang baik, efisien serta menyenangkan bagi mereka yang bekerja di dalamnya.