Blog

Motif dan Ambisi Dalam Karir Dan Pekerjaan

Source: pressfoto@freepik

 

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang berakal, dan senantiasa digerakkan oleh suatu dorongan pribadi. Berbeda dengan makhluk lain, setiap tindakan dan perbuatan memiliki tujuan yang tidak hanya dilandasi oleh insting dasar semata. Tujuan itu didasarkan pada suatu pertimbangan mengenai keadaan ideal yang ingin dicapai. Umumnya, pemikiran akan keadaan ideal ini diciptakan atas ketidakpuasan akan keadaan yang dialami saat ini. Bentuk ketidakpuasan ini bisa berbagai macam. Ada yang terjadi karena faktor ekonomi. Ada juga karena ingin melakukan pembenahan diri. Bahkan ada juga keinginan untuk tampil dan menonjol. Inilah yang disebut ambisi.
Tiap orang memiliki ambisinya masing-masing. Sebuah ambisi akan melatar belakangi seseorang dalam mengambil tindakan, termasuk dalam hal pekerjaan. Meskipun di level khalayak umum kata ambisi memiliki konotasi negatif, kenyataanya tidak semua ambisi adalah buruk. Bahkan, seseorang yang tidak memiliki ambisi, akan cenderung memiliki hidup yang hanya mengikuti arus, tanpa adanya suatu dorongan untuk perubahan bagi dirinya. Ambisi adalah suatu hasil akhir ideal yang ingin dicapai oleh seseorang, sebuah tujuan yang membuat dirinya secara subyektif menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya. Latar belakang dibalik ambisi seseorang itulah yang disebut sebagai motif.
Dalam lingkungan pekerjaan di sebuah perusahaan, seseorang bisa saja memulai karir tanpa motif, hanya sebuah ambisi untuk memiliki pekerjaan, atau mungkin secara spesifik memasuki suatu perusahaan untuk berkarir disana demi sebuah prestise. Perjalanan hidupnya setelah dia berhasil memasuki perusahaan tersebut menjadi berbeda, dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan juga berbagai macam input yang diterimanya. Dari sini, dapat timbul berbagai motif baru, dan motif-motif ini akan menghasilkan ambisi-ambisi tertentu. Motif inilah yang akan kemudian mengarahkan ambisi-ambisi yang lahir sesudahnya menjadi suatu hal yang baik atau buruk.
Sebagai contoh, seseorang yang berambisi untuk naik pangkat bisa saja memiliki keinginan untuk memperkaya diri, sehingga tujuan dia naik pangkat adalah keleluasaan dalam mengeruk keuntungan bagi dirinya sendiri, sebanyak mungkin. Tapi ada juga seseorang memiliki ambisi untuk naik pangkat dengan tujuan memperbaiki keadaan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi lingkungan di tempat dia bekerja. Dengan berada di posisi pengambil keputusan, maka dia dapat mengaplikasikan ide-ide yang dimilikinya dengan lebih baik, dan menguntungkan perusahaan dalam jangka panjang.
Motif seperti ini dapat terbentuk, bergantung pada lingkungan dan kultur dari tempat seseorang bekerja. Sebuah perusahaan yang memiliki kultur yang baik akan membentuk pemikiran yang baik bagi karyawan-karyawan di dalamnya, dan menghasilkan individu-individu yang memiliki motif yang baik pula.